Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan di tahun yang sama dengan Sumpah Pemuda. Organisasi Perempuan sendiri sudah berdiri sejak tahun 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M.Christina Tiahahu, Cut Nyak Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Pada tanggal 22 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta dan membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia ( Kowani ), kongres berikutnya diadakan di Jakarta dan Bandung. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional, hingga kini. Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan, Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh Internasional Council of Women ( ICW ). ICW berkedudukan sebagai konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB ). Mandala Bhakti Wanitatama pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan sebuah monumen, setahun berikutnya diletakkan batu pertama oleh Ibu Sukanto ( ketua kongres pertama ) untuk pembangunan Balai Srikandi dan diresmikan oleh menteri Maria Ulfah tahun 1956. Akhirnya pada tahun 1953 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jln. Laksda Adisucipto, Yogyakarta.
:) :) :) :) sayang ibu selalu :) :) :) :) :) Wahai saudaraku, Ingatkah kau akan Ibu yang melahirkanmu, yang meneteskan air mata ketika kau pergi jauh darinya, yang mengkhawatirkanmu ketika kau sakit?
Wahai saudaraku, Ingatkah kau dengan setiap perbuatan dan perkataanmu yang menyakitkan hatinya?
Wahai saudaraku, Pernahkah kau memohon ampun kepada ibumu karena kesalahan yang telah kau perbuat padanya?
Ingatlah wahai saudaraku, hidupmu dan hidupnya, tidak ada siapapun yang tau kapan akan berakhir. Sebelum semuanya terlambat, datanglah padanya minta maaf. Buatlah hari-hari dalam hidupnya bahagia karena kau adalah anaknya.
Jadilah dirimu anak yang soleh dan solehah, yang bisa memberikan kasih sayang kepadanya dan bisa mendoakan di hari akhirnya.
Drama persembahan Rone Pascal yang begitu mengesankan untuk di kenang sepanjang masa, di rangkai sedemikian rupa agar terlihat manis di saksikan. Dengan bangga memperkenalkan :
1. Rahmad AlfandisebagaiJoni
2. IstighfarissebagaiJordi
3. Bryan PratamasebagaiJodi
4. Puput Fatimahsebagaicaleg stress
5. Vinka Meliarisebagaicewek budeg
6. Ruth Karina Bintisebagaicewek buta
7. Hariyani Winneynisebagaicewek lebay
8. Piarani Aprilianisebagaicewek ayan
9. Aprilia Retnaningsebagaicewek normal
10. Meri AnggraenisebagaiIbu Joni
11. Sonia CarolinasebagaiIbu Jordi
12. Annisa Rizki AnandasebagaiIbu Jodi
13. Kuncoro sebagaiAyah Joni
14. AnggasebagaiAyah Jordi
15. I Made AgussebagaiAyah Jodi
16. Harry ZentinosebagaiDokter RSJ
17. Agnesia GloriasebagaiPerawat I
18. LaksitasebagaiPerawat II
19. Rizki Fajarsebagaitukang bengkel
20. Rara Anggraenisebagaiadik tukang bengkel
21. Dhea Junetasebagaitukang jamu
22. Sifera sebagaibibi pecel
23. Tirsasebagaipelajar I
24. Ryan Adittyasebagaipelajar II
25. Heldiossebagaipengamen I
26. Nophli Heritawansebagaipengamen II
27. Normansebagaipengamen III
28. Dheosebagaipenjual baju
29. Normi Ananda Fauziahsebagaicewek alim
Rone Pascal Theater :
1. M. Radhi FadlillahsebagaiSutradara
2. Rina Wedsty AnggreanisebagaiPenulis Naskah
3. Ratih Dinda LesmanasebagaiPenata Kostum
4. Aulia sebagaiPenata Rias
5. Ari Widodosebagai Properti
6. JoshuasebagaiPenata Musik
7. Lia NurainisebagaiNarator
LAGI - LAGI JOMBLO
Ada gula ada semut…mmm, ada kalanya juga orang harus menjaga mulut. Contohnya saja tiga orang remaja ini, sudah mendapat pelajaran atas ucapan mereka yang katanya gak mau pisah satu sama lain, mending gak punya pacar di banding harus pisah. Tapi, lama kelamaan akhirnya bosan juga sudah selalu bersama, selalu saja bertiga. Karena sampai saat ini,mereka belum juga laku.
( Kepompong_Voc. Sindentosca )
Joni:”Wey,Bro ! handak sampai pabila garang POBL kita ni batahan??”
Jodi:”Yaps’,masa’ kita jomblo mpe mati???”
Jordi:”Trus mau gimana lage ? orang kita emang belum dapat?”
Joni:”Nyata ai kada dapat,munnya kada mancari…”
Jodi:”Nyari di mana?? Di kantong loe ada gak??”
Jordi:”Gak ada…”( menengok ke kantong ) “Gimana kalo kita pisah?”
Joni:”Hah?? Kada salah lah? Kena sapa nang manapasakan bajuku? Manukarakanmakan unda? Lawan nang mambayar kos kita?”
Jodi:”Yah…mikirin yang kaya itu…kan ini untuk kebaikan kita bersama,cuy!!”
Jordi:”Bener banget,masa’ keren-keren kayak gini di bilang orang POBL alias Persatuan Orang Belum Laku…? Kan malu?”
Joni:”Ayu ha…Unda hakun haja gen ! habis tu pang, ba apalagi ni??”
Jodi:”Gimana kalo kita saingan Cari Jodoh??”
Jordi:”Boleh…Tapi berapa hari waktunya?”
Joni:”30 hari…kayapa?”
Jodi:”Heh,..loe kira Film apa? 30 hari mencari cinta?”
Jordi:”Dua bulan? Gimana??”
Joni:”Kalawasan kale…”
Jodi:”Ya udah,seminggu aja! Gimana?”
Joni:”Napa seminggu? Satumat banar!”
Jodi:”Kan bentar lagi Proomnight ? masa’ kita masih cari pacar saat acara udah mulai? Gak logis kan??”
Jordi:”Bener juga ya…siapa yang berhasil ngebawa pasangannya ke acara itu,dia yang menang? gimana?”
Joni:”Ayuja…Asal jangan ba duit haja pang saingannya…”
Jodi:”Oke…gue setuju…”
Jordi:”Gue juga…Deal…”
Jodi:”Kalo gitu,kita keluar dari kos sementara waktu untuk menghidari kontak di antara kita…bye…”
J+J+J:”Bye…”
Dalam sekejap,mereka telah berpisah menuju peraduan masing-masing. Mereka akan mencari jodoh di ujung dunianya masing-masing…siapa yang akan dapat lebih dulu, tak ada yang tau…
Dirumah Jodi…
Jodi:”Ma…..”
I.Jodi:”Apa? Hah, Beapa kam bulik kerumah?” (bingung)
Jodi:”Ulun pisah wan kawanan ulun tuk sementara waktu ni ma’ae.”
C.Tuli:”Gledek?? Kamu ini kok gak nyambung?? Mana ada gledek siang-siang gini?”
Jodi:”Situ yang gak nyambung. Kayak sinyal pecah aja…”
C.Tuli:”Hah…? Bisul pecah?”
Jodi:”Oh MG,mending gue kabur…!!” (lari)
C.Tuli:”Hah? Cingur? Woi…tunggu…! Gue juga mau…”(mengejar)
Nasib Jodi hari itu tak sebaik hari-hari sebelumnya. Baru langkah pertama dalam pencarian, dia malah kena batunya. Di tempat lain, tampak Jordi yang tengah asyik mendengarkan musik Dj miliknya,sambil mencari kesempatan untuk kenalan dengan gadis-gadis yang lewat…
( lagu pengiring: “Musik Dj” )
Di halte bus…
A+R: ( berpapasan )
( Intro “Oh, Salbiah”)
Jordi:”Hai…”
C.Stres: ( diam )
Jordi:”Boleh kenalan??”
C.Stres:”Boleh, tapi contreng aku ya?”
Jordi:”Hah? Contreng?”
C.Stres:”Iya,aku kan contreng?”
Jordi:”Heh? Iya deh…trus nama kamu siapa??”
C.Stres:”Partai Sapi Perah…ada gambar sapinya lo…”
Jordi:”Iya…aku tau. Nanti pasti aku contreng kok…!!”
:“Perasaan, pencontrengan Caleg sudah lewat deh?” (berbisik ke samping)
C.Stres:”Gitu dong…”
Jordi:”Nama kamu??”
C.Stres:”Nama?”
Jordi:”iya…nama kamu siapa?”
C.Stres:”mm…Door…” ( mengagetkan Ayub )
Jordi:”Astaga…”
D.RSJ:”Nah ini dia !! ayo tangkap !!”
P.I&II: ( menangkap C.Stres )
Jordi:”Heh…heh…apa-apaan ini? Gue lagi PDKT,kok main tangkap aja??”
D.RSJ:”Hah? PDKT?”
Jordi:”Iya…kenapa?”
D.RSJ:”Maaf,Mas. Ini buronan Rumah Sakit Jiwa…permisi..”
Jordi: ( hanya diam dengan wajah bingung sekaligus malu )
P.I:”Ayo, kita pulang.” (menarik C.Stres untuk pulang)
C.Stres:”Gak mau, aku kan lagi kampanye” (melawan)
P.II:”Iya, nanti kita kampanye disana.”
D&P: (membawa c.stres ke RSJ)
Jordi hanya termenung karena merasa malu di hari pertamanya,dia malah kenalan dengan caleg stress. Seperti halnya Jodi dan Jordi,di tempat lain Joni juga berusaha mencari jodoh, agar tidak kalah dengan teman-temannya.
( lagu pengiring: “Bukan cinta biasa”_Voc. Afgansyah reza )
Joni:”Hai…”
C.Tuli:”Ih…” ( mempercepat jalannya )
Joni:”Napa garang? Aneh jua inya tu…”
:”Hai…”
C.Lbay:”Hai…”
Joni:”Hakunlah kenalan?”
C.Lbay:”Kayaknya…gak deh…” ( pergi )
Joni:”Beh parah banar…”
:”Hai…” ( duduk )
C.Nrml: ( lewat dan langsung pergi )
Joni:”Waduh…napa bajauhan sabarataan? Maka aku ni bungas, tapi jar mamaku jua pang…” ( pergi )
Hari itu, Ibu dan Ayah Jordi pergi ke pasar untuk membeli keperluan yang habis.
Di pasar…
I.Jordi:”Aduh, pagi-pagi gini udah ke pasar. Punya anak tapi males banget.”
A.Jordi:”Ah, yang sabar bu. Namanya juga anak cowok.”
I.Jordi:”Coba kita punya anak cewek ya, Pak. Enak juga kalau disuruh-suruh.”
A.Jordi:”Syukuri apa yang ada azha, Bu.” (Lagu:D’masiv_Jangan Menyerah)
I.Jordi:”Iya deh, Pak.”
A.Jordi:”Bu, Bapak haus ni. Kita beli jamu yok supaya kuat.” J
I.Jordi:”Ya, udah. Ayo!!!”
T.Jamu:”Ayo, Bu jamunya.”
I.Jordi:”Ya, jamunya 2 gelas ya.”
T.Jamu:”Sip deh, Bu.”
I.Jordi:”Pak, Ibu beli baju buat Jordi dulu ya.”
B.Jordi:”Ya.”
Ibu Jordi pun mendatangi pedagang baju yang berada di pasar itu.
I.Jordi:”Bang, baju ini berapa ya?”
P.Baju:”Wah, ini Cuma Rp.75.000,00 azha kok bu.”
I.Jordi:”Cuma Rp.75.000,00 ? Waduh, itu mah mahal banget bang.”
P.Baju:”Boleh ditawar kok bu.”
I.Jordi:”Rp.20.000,00 aza, gimana?”
P.Baju:”Waduh, gak dapat dong, bu. Rp.60.000,00 deh bu.”
I.Jordi:”Rp.50.000,00 aza deh.”
P.Baju:”Ya, udah. Boleh deh buat panglaris.”
I.Jordi:”Ini uangnya.” (sambil menyerahkan uangnya kepada si penjual baju)
I.Jordi:”Mahal banget, Pak. Rp.50.000,00 harga bajunya.”
P.Jordi:”Apa? Kalau gitu uangnya habis dong, Bu.”
I.Jordi:”Iya, Pak.”
P.Jordi:”Aduh, mana bapak cuma bawa uang Rp.5.000,00 aza. Moga aza cukup buat bayar jamunya.”
I.Jordi:”Mana jamu saya, mbak.”
T.Jamu:”Ini, Bu.”
I.Jordi:”Berapa mbak?”
T.Jamu:”Rp.5.000,00 aza kok, bu.”
P.Jordi:”Untung uangnya cukup, kalau nggak berabe kita, Bu.” (sambil menyerahkan uangnya ke Ibu Jordi)\
I.Jordi:”Ini mbak uangnya, pas ya.”
T.Jamu:”Ya, makasih ya Bu.”
I&P.Jordi: (pulang ke rumah)
Pencarian pertama mereka kemarin berhasil di jalani dengan hasil yang nihil. Tak ada yang mendapatkan pasangan dari ketiganya. Pencarian berlanjut dihari kedua, tampak Jodi yang sedang berjalan dengan penuh rasa kesal.
Jodi:”Huh, gue bilang ‘nama’, dibilang ‘kacamata’. Gue bilang ‘kenalan’, eh dibilang ‘jalanan’. Kat ague ‘sinyal pecah’, kok ‘bisul pecah’ ??? Aneh… Cantik-cantik kok budeg??? Padahalkan lumayan…”
J+C.L:”Brukk!!!” (Bertabrakan)
: ( Lagu : Maramaramara_Voc.project pop )
C.Lby:”Loe punya mata gak sih?? Jalan kok nunduk?? Nabrak gue tau?? Makanya kalau punya mata itu dipake, jangan disimpan di kantong!! Untung-untung gue cuma lecet, kalo gue masuk rumah sakit, diinfus trus disuntik, ngeri tau!! Siapa yang mau bayar, kalo biayanya mahal?? Selain itu, nasib keluarga gue gimana?? Siapa yang cari uang?? Trus…….”
Jodi:”Stop!! Gue punya mata, dan mat ague tu disini!! Dikantong gue Cuma ada duit, meskipun cuma Rp.1000,-.Kalau loe masuk rumah sakit, gue piker itu lebih baik dan kalaupun harus diinfus, disuntik… Ih, ngeri juga sih!! Kalau biayanya mahal, kita damai aja deh!!” (Mengulurkan tangan)
C.Lby: (Menjabat tangan)
Jodi:”Jodi…”
C.Lby:”Siapa nanya nama loe??”
Jodi:”Sekalian kenalan… nama loe??”
C.Lby:”Myrahanyafika Famelvy Fransiska Wijaya…”
Jodi:”Gile, Panjang banget. BTW, ada acara gak malam minggu ini??”
C.Lby:”Anu…”
Jodi:”Alhamdulillah, pasti gak adha..”
“Yes, pasti gue menang…” (Berbisik dalam hati)
D.RSJ:”Ayo, Mir!!”
C.Lby:”Yuk!!”
Jodi:”Lho??”
C.Lby:”Gue gak bisa…”
Jodi:”Yah!! Lepas lagi..”
Untuk kedua kalinya Jodi gagal. Bagaimana dengan Jordi, ya?? Di sebuah taman pinggiran kota, tempat seorang gadis berjalan dengan PDnya.
( Lagu : Wonder Woman_Voc. Mulan jameelah )
C.Buta: (berjalan, nabrak bangku taman, duduk, dan melepas kacamata)
Jordi: (mendengarkan lagu dan mendekati Rina)
:”Hai cewek!!!”
C.Buta:”MMmmm…”
Jordi:”Waduch, nih cewek judes amat!!” (berbisik ke samping)
C.Buta: (diam)
Jordi:”Boleh kenalan??”
C.Buta:”He’eh”
Jordi:”Jordi… Kamu??” (mengulurkan tangan)
C.Buta:”Ifah!!” (tanpa menjabat tangan)
Jordi:”Tinggal dimana??”
C.Buta:”Di rumah.”
Jordi:”Ya iyalah di rumah, masa’ di hutan?? Maksud gue alamat mu!!”
C.Buta: (menyerahkan kartu nama)
Jordi:”Lho?? Ini kan alamat tukang urut??”
C.Buta: (memasang kacamata, berdiri, mengeluarkan tongkat, dan pergi)
Jordi: (bingung) “Ya ampun, buta toh??”
Dihari kedua, tak ada diantara mereka yang mendapatkan pasangan. Jika Jodi dan Jordi telah dua kali melangkah, lain halnya dengan Joni. Cowok yang satu ini masih memikirkan cara untuk melangkah, namun akhirnya dia mngeluh juga. Dia yang sudah 4 hari pulang ke rumah ibunya pun meminta bantuan pada sang bunda.
( Lagu : Dangdut)
I.Joni: ( menyapu )
A.Joni: ( membaca koran )
Joni:”Ma’ kayapa ulun??” ( menghampiri )
I.Joni:”Kaya napa lagi??”
Joni:”Anu tunah ma’, ulun kada dapat-dapat ha lagi babinian hagan malam mingguan.”
I.Joni:”Munnya kada dapat tu, udah ai… kada kawa ai amun kadada jodoh..”
Joni:”Aaa… mama. Cari akan pang, supan nah kena ulun . maka jar pian ulun ni bungas jua..”
I.Joni:”Mencari dimana, dris?? Coba cari pang sorangan!! Kena mama bantui wan do’a!!”
I.Joni:”Zha?? Nyaman banar menyambat, nang kaya kuwitan ni bahira duit haja..”
Joni:”Habis pang berapa??”
A.Joni:”Nah, Rp.5000.00 zha!!!” (pergi)
Joni:”Be,,, parah abah ni!!”
:”se ini mayu kemana??”
:”ck.. ck.. ck..”
Dengan berharap mendapatkan cewek cantik, Joni pun pergi keluar rumah dengan sepedanya. Sedangkan teman-temannya telah dua kali melangkah, namun tak dapat yang sesuai dengan keinginan. Waktu yang telah disepakati bersama semakin dekat. Di suatu tempat tampak Jodi yang sedang duduk termenung.
Jodi: (melamun) K
:”Pertama, gue dapat cewek budeg. Kedua, ketemu cewek lebay yang nyerocos melulu. Hari ini ketemu yang gimana lagi yach?? Apa jangan-jangan dapat yang pincang? Bisu? Cacat? Ya Allah, jangan sampai dech.”
C.Nml: (lewat)
Jodi:”Ini pilihan terakhirku…”
:”Ehm…”
: (lagu pengiring : Kau cantik hari ini_voc. Lobow)
:”Sendirian nich??”
C.Nml:”Iya..”
Jodi:”Kenalkan, gue Zaky..” (mengulurkan tangan)
C.Nml:”Syelvi…” (menjabat tangan)
Jodi:”Kamu gak budeg kan??”
C.Nml:”Hah!!”
Jodi:”Aduh, budeg lagi…”
C.Nml:”Gak, aku gak budeg. Emang kenapa??”
Jodi:”Ah, gak pa2. Cuma mau memastikan…”
C.Nml:”Maksudnya??”
Jodi:”Mau gak jalan dengan ku malam minggu ini??”
C.Nml:”Gimana ya??”
Jodi:”Please… sekali azha.”
C.Nml:”Insya Allah dech…”
Jodi:”Yes!!”
Untuk sementara, boleh dibilang Jodi memegang kemenangan. Tapi dilain tempat, terlihat Jordi yang mondar-mandir didepan warteg sedang memikirkan acara malam minggu ini.
B.Pcel: (lagu pengiring : dangdut)
:”Duduk toh, mas. Puyeng nih ngeliat mas mondar-mandir gak jelas kaya gitu.”
Jordi:”Lagi bingung, mba.”
B.Pcel:”Bingung kenapa, Mas??”
Jordi:”Gue bakal kalah, mba!”
B.Pcel:”Kalau kalah ya kalah aja, mas. Gak usah pake bingung!!”
C.Alim:”Bi, pecelnya satu!!”
B.Pcel:”Iya!!”
Jordi: (lagu pengiring : intro Ada Cinta_voc. Acha & Irwansyah)
: (Menatap Ella) J
C.Alim:”Ada apa ya, mas??”
Jordi:”Kok sendiri??”
C.Alim:”Ya iyalah sendiri, masa cuma beli pecel mesti ditemenin orang satu RT??”
Jordi:”Kamu orang baru ya disini??”
C.Alim:”Iya. Kock tau??”
Jordi:”Tau aja, soalnya aku kan udah lama tinggal disini.”
C.Alim:”Oh…”
Jordi:”Kenalkan, Jordi… Kamu??”
C.Alim:”Sella…”
Jordi:”Ada acara gak malam minggu ini??”
C.Alim:”Gak ada, emang kenapa??”
Jordi:”Yes, Lumayan!!” (berbisik ke samping)
B.Pcel:”Ni mbak pecelnya.”
C.Alim:”Oh, berapa mbak ??”
B.Pcel:”Rp.5000,00 aza kock mbak.”
C.Alim: (mencari uang yang ada di dompetnya)
Jordi:”Ah, mba ganggu aza.”
B.Pcel:”Maaf deh mas.”
Jordi:”Mau dong!! Gak lama juga kok.”
C.Alim:”Ya dech.”
Jordi:”Yes, gue menang!!”
Jordi pun berlari dengan girangnya, karena ia merasa telah berhasil. Sedangkan Idris, bukannya mendapat kenalan malah kekempisan ban sepeda. Dengan hati yang kusut dan wajah berduka, ia membawa sepeda itu ke bengkel.
Joni: (lagu pengiring : Wiro Sableng 212)
:”Bah… Ban sapida ni. Nang kaya donat lemek ha’ lagi.. Napa jadi buntus pulang nang ini?? Maka hanyar ha’ baganti ban..”
:”Beh… amang ni!!! Be isi dingsanak liwar bilang bungasnya, maka kada bapadahan.”
T.B:”Oh, Mulan kah ??”
Joni:”Oh……. Mulan kah namanya ???
Ck…ck…ck… pantasai bungas.”
A.TB:”Nah, kak!!!” (menyerahkan obeng)
T.B:”Ni nah kawan kakak, Joni.” (menunjuk Joni)
A.TB:”Mulan!!!”
Joni:”Joni!!!”
:”Ada gawian kada malam ni.”
A.TB:”Kadada pang. Napa garang??”
Joni:”Kawa kada menggani’i aku??”
A.TB:”Kemana??”
Joni:”Jalanan lawan kekawananku. Kawalah??”
A.TB: (lagu pengiring : OK_voc. T2)
Joni:”Yes!!”
Alhasil, boleh dibilang perjuangan 3 sejoli itu tak sia-sia. Tapi mereka tak boleh senang dulu. Sebab apapun bisa terjadi dalam perjalanan menuju malam proomnight.
Jodi:”Gue gak bisa pergi, gue pergi keluar kota.” (sms dari Dini)
C.Nml:”Hah… Dini gak bisa pergi?? Gawat.. Gue kalah!!”
****
Jordi:”Sella….” (Mengetuk pintu)
Pljr I:”Maaf Mas, Orang yang tinggal disini udah pindah.”
Jordi:”Siapa??”
Pljr I:”Ya… Orang yang mas cari.”
Jordi:”Hah!!! Waduh, pindah kemana ya??”
Pljr I:”Kurang tau juga… Permisi.”
Jordi:”Kacau… Gue kalah…”
****
Joni: ( datang sambil bersiul )
Bgkl: (“DI SITA”)
Joni:”Hah? Napa bengkelnya ni?” ( bingung )
Pljr II: ( lewat )
Joni:”Eh,napa bengkelnya ni tutup?”
Pljr II:”Bengkelnya ni di sita oleh polisi tadi tu…”
:”tu pang, sabarataan barang di bengkelnya tu hasil cuntanan…”
Joni:”Hah? Bujur kam?”
Pljr II:”Bujur, mau lah aku mangaramput.”
Joni:”Habis tu pang, kamanaan orangnya ni?”
Pljr II:”Nyata ai di tangkap polisi, mau lah di bari duit?”
Joni:”Bujur jua lah ikam…”
Pljr II:”Hudah lah, aku ni handak bagasak nah…” ( pergi )
Joni:”Aduh ai, kada nyangka aku…kaitu kah sakalinya.”
:”Bah…ya am ni, kada jadi am aku tulak lawan Mulan…”
:”Kalah am…” ( pergi )
Di tempat lain, dengan penuh semangat & tak mau kalah Jodi pun mencoba untuk mencari cewek yang terakhir kalinya.
Di pinggir jalan…
C.Ayan: (duduk & main handphone)
Jodi:”Hai, cewek…”
C.Ayan:”Maaf, ada apa yah?”
Jodi:”Mmmmm… Aku boleh kenalan gak?”
C.Ayan:”Boleh.”
Jodi:”Nama kamu siapa?”
C.Ayan:”Luna.”
Jodi:”Waw, lau namaku Jodi.”
C.Ayan:Oh………….”
Jodi:”BTW, kamu mau gak jadi pacarku?”
C.Ayan:”Hah??? Gak salah ni?”
Jodi:”Gak ada yang salah kock. Gimana mau gak?”
C.Ayan:”Ya deh, boleh juga.”
Jodi:”Makasih ya. BTW, rumah kamu dimana ?”
C.Ayan:”Rumah?” (Ayannya kambuh)
Jodi:”Aduh, gimana ni. Ada apa? Aku takut.” (Ketakutan & gugup)
C.Ayan:”Terimakasih karena kamu adalah cowok pertama yang mau jadi pacarku. Aku rasa, ini adalah saat terakhirku.”
:(Lagu: ST12_Saat Terakhir)
Jodi:”Hah??? Apa Maksudmu???”
C.Ayan:”Makasih.” (Perlahan-lahan menutup mata)
Pngmn: (Lewat)
(Lagu: Wali_Jodi)
J+WS: (mengangkat C.Ayan)
Alhasil,ketiga anggota POBL ini akan tetap memegang gelar mereka sebagai Persatuan Orang Belum Laku, sampai malam proom night tiba. Tak ada yang berhasil membawa pasangan ke acara itu,sehingga tak ada pula di antara mereka yang di putuskan sebagai pemenang. Lalu,apa yang akan mereka lakukan pada malam proom night itu?
Pada malam proom night…
J³: (lagu pengiring : Bukan Superman_voc. The Lucky Laki)
: ( Duduk sambil melamun )
Jodi:”Gagal lagi…”
Jordi:”Gak dapat lagi…”
Joni:”POBL pulang am…”
J³:”Nasib…nasib…nasib…”
( Lagu pengiring : DJ)
MC: “Dan mari kita saksikan persembahan terakhir dari POBL Gank. Dengan laguJOMBLO”
Meski pun tanpa pasangan, mereka mampu membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi bintang pada malam Proom Night itu. Mereka juga sadar, POBL itu terbentuk bukan karena mereka tidak laku, melainkan karena belum saatnya mereka memikirkan.
Drama ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama, tempat, waktu, maupun kejadian semua itu tidak ada unsur kesengajaan. Kami atas nama RPT (Rone Pascal Teater) mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dan kami juga mengucapkan terima kasih atas segala perhatiannya. Akhir kata, Wabillahitaufik walhidayah, waridho walinayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakattuh. Sampai jumpa lagi.